BRMP Kementan Kawal Penyaluran 737 Ribu Benih Kelapa Unggul untuk Perkuat Hilirisasi di Gorontalo
GORONTALO – Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., bersama Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., dengan didampingi Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., melakukan kunjungan ke lokasi perbenihan kelapa di Desa Dunggala, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (11/6). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan penyaluran benih kelapa unggul sekaligus memastikan ketersediaan benih yang akan mendukung pengembangan tanaman kelapa pada lahan seluas 10.000 hektare di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato.
Dalam kesempatan tersebut, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan komoditas kelapa sebagai salah satu sektor unggulan yang diproyeksikan mendukung hilirisasi pertanian dan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui program pengembangan kelapa tahun 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan sebanyak 737 ribu benih kelapa unggul lokal Gorontalo yang akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan dan peremajaan perkebunan kelapa di dua kabupaten tersebut.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi kelapa di tingkat petani, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan industri hilir berbasis kelapa di Provinsi Gorontalo. Pengembangan komoditas kelapa diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil perkebunan yang lebih modern dan berdaya saing.
Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., menyampaikan bahwa pengembangan kelapa harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, benih unggul yang saat ini disalurkan akan menjadi dasar pengembangan perkebunan kelapa yang nantinya mendukung tumbuhnya industri pengolahan berbasis kelapa di Gorontalo. Ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan Gorontalo dapat memiliki industri hilir kelapa yang mampu menyerap hasil produksi petani sekaligus menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.
Gubernur menilai bahwa potensi kelapa Gorontalo sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari minyak kelapa, produk pangan, kosmetik, hingga bahan baku industri lainnya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan produk primer.
Sementara itu, Kepala Badan BRMP Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., mengapresiasi perkembangan perbenihan kelapa di Desa Dunggala yang menjadi salah satu sentra penyediaan benih dalam program pengembangan kelapa di Provinsi Gorontalo. Dari total bantuan yang dialokasikan, sebanyak 473 ribu benih diproduksi oleh penangkar di Desa Dunggala dan akan digunakan untuk mendukung pengembangan tanaman kelapa pada lahan seluas 4.300 hektare.
Beliau menjelaskan bahwa proses penyaluran benih kepada petani telah berjalan secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 44 ribu benih telah disalurkan, sementara distribusi selanjutnya akan dilakukan dalam tiga tahap guna memastikan penyaluran dan pemanfaatan bantuan dapat berjalan optimal di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga mutu benih sebagai faktor utama keberhasilan pengembangan perkebunan kelapa. Menurutnya, kondisi benih yang saat ini diproduksi menunjukkan kualitas yang sangat baik dan perlu terus dipertahankan agar mampu menghasilkan tanaman yang produktif serta mendukung program hilirisasi yang tengah dibangun pemerintah.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan BRMP Gorontalo, pengembangan kelapa unggul lokal diharapkan semakin memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu sentra produksi kelapa nasional sekaligus mendorong terwujudnya industri hilir kelapa yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.